Breaking News

Kolam Terpal Merugi, Tetap Pasang Listrik Baru, Dan Berikan PADes Tanpa Masuk Rekening Desa

 


PURWAKARTA || JERAT HUKUM NEWS

Pemerintah meluncurkan program Ketahanan Pangan Nasional yang memberi dukungan terhadap pasokan rantai makanan seperti melalui penyediaan peralatan mesin pertanian dan peningkatan produktivitas lahan atau lainya.

Kebijakan program Ketahanan Pangan Nasional berfokus pada mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi.

Namun banyak dari seluruh pengguna anggaran tidak melakukan hal tersebut melalui regulasi yang semestinya, terbukti dengan banyaknya temuan dilapangan atas pelanggaran yang dijalankan tak sesuai aturan semestinya.

Sebagai contoh Program Ketahan pangan yang di temui awak media di Pemerintahan Desa Nangerang Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta. Sabtu (11/05/2024)

Salah satu program yang dilakukan oleh pemerintah Desa Nangerang adalah Budi daya ikan dalam kolam terpal yang telah berjalan dari tahun 2023 yang lalu.

Dengan berkunjung kelokasi kolam terpal, terlihat 10 kolam terpal yang telah dibuat, Namun ketika Awak Media bertemu dengan pengelola kolam terpal guna mengetahui sejauh mana perkembangan Program ketahanan pangan di desa Nangerang, Dudan Ketua Kelompok malah memberikan sodoran amplop kepada awak media, tetapi awak media menolaknya.

Beberapa hari berikutnya, awak media kembalikan untuk mencoba bertemu dengan Kepala Desa Nangerang, karena Kades sedang istirahat pemulihan pasca operasi, dirinya hanya berikan nomor kontak sekretaris Desa untuk dihubungi.

Ternyata menurut keterangan dari Sekdes, budidaya ikan kolam terpal yang dimiliki Desa Nangerang telah alami kerugian, namun sekdes hanya menjawab dengan ringan. 

Tetapi ada hal menarik ketika awak media mempertanyakan bagaimana cara menanggulangi kerugian tersebut, dan dijawab oleh kades " Dengan Pakan " entah seperti apa teknisnya.

Setiap kali lakukan panen, sebagian hasilnya dibagikan kepada masyarakat, kerena salah satu permintaan warga pemilik lahan yang dipakai kolam terpal berpesan demikian.

Selain dibagikan kepada warga, hasil panen yang telah berhasil di jual ia sisihkan kurang lebih 30% untuk PADes Nangerang, menariknya PADes yang dihasilkan dari budidaya tersebut tidak di setorkan melalui rekening Desa, artinya sama saja Tidak Transparan kepada warga atas penggunaan anggaran yang dihasilkan dari PADes.

Rencana penambahan anggaran program Ketahanan pangan tahun 2024 ini, sekdes katakan akan memasang baru listrik khusus untuk mesin bio vlog, karena pada saat pemasangan yang lalu, adalah sebagai salahsatu penyebab meruginya usaha kolam terpal dengan jebolnya pembayaran listrik yang membludak.

Dan sekdes menganggap bahwa solusinya segera memasang listrik baru yang pastinya akan memakan anggaran yang tidak sedikit.

Apakah pihak pemerintah tidak berikan pelatihan, atau bimtek bimtek yang dapat mengarahkan kepada para pelaku kelompok agar lebih mengantisipasi kerugian.

(Dwi)




© Copyright 2022 - JERAT HUKUM NEWS